Menurut Wikipidia :
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari
suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
Ø Menurut Ign Suharto :
Limbah adalah zat atau bahan buangan
yang dihasilkan dari proses kegiatan manusia.
Limbah dapat berupa tumpukan barang bekas, sisa kotoran hewan, tanaman,
atau sayuran. Keseimbangan lingkungan menjadi terganggu jika jumlah hasil
buangan tersebut melebihi ambang batas toleransi lingkungan. Apabila
konsentrasi dan kuantitas melibihi ambang batas, keberadaan limbah dapat
berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia sehingga
perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang
ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Ø
Secara
umum
Limbah adalah
bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada
skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada
suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak
memiliki nilai ekonomis.
Oleh sebab itu, masyarakat
urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang
mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah
berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun.
Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli.
Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang
parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan.
Ø
Menurut
Wordpress
Limbah adalah buangan yang
dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah
tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat
dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai
ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia
organik dan anorganik.
Ø Menurut Sugiharto
(1987)
Air Limbah (waste water) adalah kotoran dari
masyarakat dan rumah tangga dan juga yang berasal dari industri, air tanah, air
permukaan serta buangan lainnya. Dengan demikian air buangan ini merupakan hal
yang bersifat kotoran umum.
Ø Menurut Okun
& Ponghis
Limbah cair seharusnya dipakai untuk
mengartikan semua limbah industri yang dibuang ke sistem saluran limbah cair,
kecuali air hujan atau drainase permukaan.
Ø Menurut
Tchobanoglous & Elliassen
Limbah cair adalah gabungan atau
cairan sampah yang terbawah air dari tempat tinggal, kantor, bangunan,
perdagangan, industri, serta air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin
ada”.
Ø Menurut Willgooso
Limbah cair adalah air yang membawah
sampah dari tempat tinggal, bangunan perdagangan, dan industri berupa campuran
air dan bahan padat terlarut atau bahan tersuspensi.
Jenis-jenis Limbah
A. Sifat
Kimia
Berdasarkan Sifat Kimia, yaitu :
1. Limbah yang dapat mengalami perubahan
secara alami (degradable waste = mudah terurai), yaitu limbah yang dapat
mengalami dekomposisi oleh bakteri dan jamur, seperti daun-daun, sisa makanan,
kotoran, dan lain-lain.
2. Limbah yang tidak atau sangat lambat
mengalami perubahan secara alami (nondegradable waste = tidak mudah terurai),
misanya plastic, kaca, kaleng, dan sampah sejenisnya.
B. Sifat
Fisika
Sifat fisika air limbah, bahwa derajat kekotoran air
limbah sangat dipengaruhi oleh sifat fisik yang mudah terlihat seperti
kandungan zat padat sebagai efek estetika, kejernihan, bau, warna dan
temperatur.
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
1.1 Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil
usaha atau kegiatan yang berwujud cair. Jenis-jenis limbah cair dapat
digolongkan berdasarkan pada :
a. Sifat Fisika dan Sifat Agregat : Contohnya Keasaman
b. Parameter Logam : Contohnya Arsenik (As)
c. Anorganik non Metalik : Contohnya Amonia (NH3-N)
d. Organik Agregat : Contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme: Contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus : Contohnya Asam Borat (H3 BO3)
g. Air Laut : Contohnya Tembaga (Cu)
1.2 Limbah padat
a. Sifat Fisika dan Sifat Agregat : Contohnya Keasaman
b. Parameter Logam : Contohnya Arsenik (As)
c. Anorganik non Metalik : Contohnya Amonia (NH3-N)
d. Organik Agregat : Contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme: Contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus : Contohnya Asam Borat (H3 BO3)
g. Air Laut : Contohnya Tembaga (Cu)
1.2 Limbah padat
4. Limbah padat berasal dari kegiatan industri
dan domestik. Limbah domestik pada umumnya berbentuk limbah padat rumah tangga,
limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta
dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain,
karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur,
dll
1.3 Limbah gas dan partikel
1.3 Limbah gas dan partikel
5. Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh
berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel asap, hidrokarbon,
sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon
monoksida dan timah.
C. Asalnya
Berdasarkan
Asalanya menurut A. K. Haghi, 2011, jenis limbah dapat dibedakan menjadi:
1.
Limbah
rumah tangga, disebut juga limbah domestik.
- Limbah industri, limbah industri adalah limbah yang berasal dari industry pabrik.
- Limbah pertanian, limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan pertanian, contohnya sisa daun-daunan, ranting, jerami, dan kayu.
- Limbah konstruksi. Adapun limbah konstruksi didefinisikan sebagai material yang sudah tidak digunakan yang dihasilkan dari proses konstruksi, perbaikan atau perubahan.Material limbah konstruksi dihasilkan dalam setiap proyek konstruksi, baik itu proyek pembangunan maupun proyek pembongkaran (contruction and domolition). Limbah yang berasal dari perobohan atau penghancuran bangunan digolongkan dalam domolition waste, sedangkan limbah yang berasal dari pembangunan perubahan bentuk (remodeling), perbaikan (baik itu rumah atau bangunan komersial), digolongkan ke dalam construction waste.
- Limbah radioaktif, limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit. Bahan atau peralatan terkena atau menjadi radioaktif dapat disebabkan karena pengoperasian instalasi nuklir atau instalasi yang memanfaatkan radiasi pengion.
D. Berdasarkan
karakteristiknya
Limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam,
yaitu :
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracu
1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracu
1.1 Limbah cair
Limbah
cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair.
Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :
a. Sifat Fisika dan Sifat Agregat : Contohnya Keasaman
b. Parameter Logam : Contohnya Arsenik (As)
c. Anorganik non Metalik : Contohnya Amonia (NH3-N)
d. Organik Agregat : Contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme: Contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus : Contohnya Asam Borat (H3 BO3)
g. Air Laut : Contohnya Tembaga (Cu)
1.2 Limbah padat
a. Sifat Fisika dan Sifat Agregat : Contohnya Keasaman
b. Parameter Logam : Contohnya Arsenik (As)
c. Anorganik non Metalik : Contohnya Amonia (NH3-N)
d. Organik Agregat : Contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
e. Mikroorganisme: Contohnya E Coli dengan metoda MPN
f. Sifat Khusus : Contohnya Asam Borat (H3 BO3)
g. Air Laut : Contohnya Tembaga (Cu)
1.2 Limbah padat
Limbah
padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Limbah domestik pada umumnya
berbentuk limbah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan,
perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis
limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal,
gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll
1.3 Limbah gas dan partikel
1.3 Limbah gas dan partikel
Polusi
udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang
mengandung partikel asap, hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon
(asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah.
1.4 Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
1.4 Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Suatu
limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau
beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung,
dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan
manusia. Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya
dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan,
sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan
khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih
karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif,
beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain.
Ø Limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi:
·
Primary sludge : Limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada
pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan
mudah menguap.
·
Chemical sludge: Limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan
flokulasi.
·
Excess
activated sludge: Limbah yang berasal dari proses pengolahan dengan
lumpur aktif sehingga mengandung padatan organik berupa lumpur.
·
Digested sludge : Limbah yang berasal dari pengolahan biologi dimana
padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan
organik.
Ø Macam Limbah Beracun
o Limbah mudah meledak : Limbah yang
melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang
dengan cepat dapat merusak lingkungan.
o Limbah mudah
terbakar : Limbah
yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain
akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar
hebat dalam waktu lama.
o Limbah reaktif : Limbah yang menyebabkan kebakaran karena
melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak
stabil dalam suhu tinggi.
o Limbah beracun : Limbah yang mengandung racun yang
berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian
atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
o Limbah penyebab
infeksi : Limbah
laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman
penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia
yang terkena infeksi.
o Limbah yang
bersifat korosif : Limbah
yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH
sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari
12,5 untuk yang bersifat basa.
Sumber Utama Limbah
Sumber limbah terdiri dari :
A. Aktivitas manusia
Saatmelakukan aktivitas untuk menghasikan suatu barang produksi akan timbul suatu limbah karena
tidak mampunya pengolahan menggunkan mesin dan sulitnya mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bisa dimanfaatkan. Berikut adalah limbah yang
dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :
- Hasil pembakaran bahan bakar pada
industry dan juga kendaran bermotor
- Pengolahan bahan tambang dan
minyak bumi
- Pembakaran hutan untuk membuka
lahan pertanian ataupun perumaha
B. Aktivitas Alam
Limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya bersifat lokal. Contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu :
- Pembusukan bahan organik alami
- Adanya aktifitas gunung berapi
- Banjir, longsor serta
- Aktivitas alam yang lain
C. Perkembangan Industri
Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan,
transportasi
dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang
relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol
karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang
terurai atau ramah lingkungan.
dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang
relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol
karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang
terurai atau ramah lingkungan.
D. Modernisasi
Sekarang perkembangan teknologi
untuk menghasilkan barang digunakan dikalangan orang yang
mengeluti bidang industry. Bertujuan untuk menghasilkan barang
tetapi di lain hal berakibat semakin banyaknya
limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu.
E. Pertambahan
penduduk
Semakin banyaknya penduduk mengakibatkan bertambah kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan barang. Hal ini menimbulkan berberpa macam masalah seperti :
-
Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi : Berdampak semakin berkurangnya hutan untuk
mengurangi kadar pencemaran
lingkungan.
lingkungan.
-
Penimbunan Sampah : Semakin hari sampah menumpuk karena pembuangan yang sembarangan dan kurangnya tempat pembuangan sampah sehingga sampah menumpuk yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan sekitar.
F. Limbah Domestik
Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar,restoran, dan gedung perkantoran. Jenis – jenis limbah domestic bisa sangat beragam, seperti sisa makanan, kertas, kaleng, plastic,air sabun, deterjen, dan tinja (kotoran).
Limbah domestik adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk (rumah tangga) dan kegiatan usaha seperti pasar,restoran, dan gedung perkantoran. Jenis – jenis limbah domestic bisa sangat beragam, seperti sisa makanan, kertas, kaleng, plastic,air sabun, deterjen, dan tinja (kotoran).
G.
Limbah
Pertanian
Limbah pertanian berasal dari daerah pertanian dan perkebunan. Limbah dari dari daerah ini terutama berupa senyawa – senyawa anorganik dari bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti pupuk dan pestisida (pembasmi hama). Selain itu, limbah organik juga bisa dihasilkan dari sisa – sisa tumbuhan.
Limbah pertanian berasal dari daerah pertanian dan perkebunan. Limbah dari dari daerah ini terutama berupa senyawa – senyawa anorganik dari bahan kimia yang digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti pupuk dan pestisida (pembasmi hama). Selain itu, limbah organik juga bisa dihasilkan dari sisa – sisa tumbuhan.
PARAMETER KUALITAS
LIMBAH
Pencemaran lingkungan dapat diukur dengan parameter
kualitas limbah. Parameter tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat
pencemaran yang sudah terjadi di lingkungan. Beberapa parameter kimia kualitas
air yang perlu diketahui antara lain BOD, COD, DO, dan pH.
1. BOD (Biological
Oxygen Demand)
BOD adalah
ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk
menguraikan bahan organik yang ada di dalam air. Apabila kandungan oksigen di
dalam air menurun, kemampuan mikroorganisme aerob untuk menguraikan bahan
buangan organik akan menurun pula. BOD ditentukan dengan mengukur jumlah
oksigen terlarut pada limbah cair akibat adanya mikroorganisme selama kurun
waktu dan suhu tertentu (biasanya lima hari dan pada suhu 20 C). Nilai BOD
diperoleh dari selisih oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut akhir. BOD
merupakan ukuran utama kualitas limbah cair.
2. COD (Chemical
Oxygen Demand)
COD merupakan
jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada di dalam air dapat
teroksidasi melalui reaksi kimia. Indikator ini umumnya berguna pada limbah
industri.
3. DO (Dissolved
Oxygen)
DO adalah kadar
oksigen terlarut dalam air. Penurunan DO diakibatkan oleh pencemaran air yang
mengandung bahan organik sehingga menyebabkan organisme air terganggu. Semakin
kecil nilai DO dalam air, tingkat pencemarannya semakin tinggi. DO penting
dalam pengoprasian sistem saluran pembuangan maupun pengolahan limbah.
4. Ph
Nilai pH
limbah cair : ukuran keasaman atau kabasaan lim bah. Air yang tidak tercemar memiliki pH antara 6,5 - 7,5. Sifat air
tergantung pada besar kecilnya pH. Air yang memiliki pH lebih kecil dari pH
normal akan bersifat asam, sedangkan air yang memiliki pH lebih besar dari pH
normal akan bersifat basa.
5. Bahan padat terlarut
Bahan padat terlarut adalah bahan
padat yang terdapat dalam filtrat yang diperoleh setelah menghilangkan bahan
padat tersuspensi.
6. Organisme koliform
Organisme indikator ini meliputi Escherichia coli yang berasal dari
saluran pencernaan makanan binatang berdarah panas. Adanya organisme koliform
menunjukkan kemungkinan adanya patogen, baik virus ataupun bakteri.
7.
Kebutuhan klor (Chlorine
Demand)
Pendesinfeksian terhadap efluen limbah
cair yang diolah diperlukan angka kebutuhan klor yang merupakan
parameter kualitas yang penting. Angka tersebut merupakan fungsi dari kekuatan
limbah. Semakin tinggi derajat pengolahan, semakin kecil angka kebutuhan klor
dari efluen tersebut.
8.
Nutrien
Limbah cair mengandung nutrien (misalnya nitrogen dan fosfor)
dalam konsentrasi yang bermakna berupa zat pembangun bagi organisme hidup.
Konsentrasi normal tidak menyebabkan masalah pada badan air penerima atau pun
pada limbah cair yang akan digunakan kembali untuk irigasi atau industri.
9.
Logam
berat
Bila industri membuang limbah
cair ke sistem saluran limbah cair (sewerage),
banyak logam berat yang masuk kedalam sistem dan mengganggu proses pengolahan
kualitas air penerima.
10.
Parameter lain
Lemak yang terlalu banyak dapat
menyebabakan kesulitan besar dalam pengelolaan limbah cair. Deterjen dapat juga
menimbulkan masalah, terutama bila limbah cair dimasukan kedalam aliran yang
bergelombang (turbulent) sehingga busa menjadi berbau.
1. Dampak limbah bagi Lingkungan
Pencemaran darat yang ditimbulkan oleh sampah misalnya
ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit
penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan, tentu saja menurunnya
estetika (tidak sedap dipandang mata).
A. Pencemaran Air
Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai
akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga
beberapa spesies akan lenyap, berbau
kurang sedap. pencemaran perairan yang
ditimbulkan oleh sampah misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air
sungai.
Jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun)
misalnya air raksa (merkuri), chrom, timbale, cadmium, maka akan
berbahaya bagi manusia, karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat
pada bayi, kerusakan sel-sel hati atau ginjal. Baterai bekas (untuk senter,
kamera, sepatu menyala, jam tangan) mengandung merkuri atau cadmium, jangan di
buang disembarang tempat karena B3 didalamnya dapat meresap ke sumur penduduk.
B. Pencemaran Udara
pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau
yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Asap di udara, asap yang ditimbulkan
dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan
kanker.
C. Dampak lain:
-
Menurunnya kualitas lingkungan
-
Menurunnya estetika lingkungan
-
Terhambatnya pembangunan negara.
D. Dampak Limbah bagi Kesehatan
-
Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat
mendorong penularan infeksi
-
Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan
tikus
-
Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus
yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air
minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan
cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai
-
Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit)
-
Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu
contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia).
Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui
makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
E.
Limbah
Industri Kimia & Bahan Bangunan
A. Keracunan
yang akut
Yakni keracunan akibat masuknya
dosis tertentu kedalam tubuh melalui mulut, kulit, pernafasan dan
akibatnya dapat dilihat dengan segera, misalnya keracunan H2S, Co dalan dosis
tinggi. Dapat menimbulkan lemas dan kematian. Keracunan Fenal dapat menimbulkan
sakit perut dan sebagainya.
B. Keracunan
kronis
Sebagai akibat masuknya zat-zat
toksis kedalam tubuh dalam dosis yang kecil tetapi terus menerus dan
berakumulasi dalam tubuh, sehingga efeknya baru terasa dalam jangka panjang
misalnya keracunan timbal, arsen, raksa, asbes dan sebagainya.
F.
Limbah
Industri Sandang Kulit & Aneka
Dapat mengakibatkan pencemaran
karena dalam proses pencucian memerlukan air sebagai
mediumnya dalam jumlah yang besar. Proses ini menimbulkan air buangan (bekas
Proses) yang besar pula, dimana air buangan mengandung sisa-sisa warna, BOD
tinggi, kadar minyak tinggi dan beracun (mengandung limbah B3 yang tinggi).
G.
Limbah
Industri Logam & Ekektronika
Bahaya dari bahan-bahan pencemar yang mungkin dihaslkan dari
proses- proses dalam industri besi-baja/logam terhadap kesehatan yaitu :
-
Debu, dapat menyebabkan iritasi, sesak nafas
-
Kebisingan, mengganggu pendengaran, menyempitkan pembuluh darah,
ketegangan otot, menurunya kewaspadaan.
-
Karbon Monoksida (CO), dapat menyebabkan gangguan serius, yang
diawali dengan napas pendek dan sakit kepala, berat, pusing-pusing pikiran
kacau dan melemahkan penglihatan dan pendengaran. Bila keracunan berat, dapat
mengakibatkan pingsan yang bisa diikuti dengan kematian.
-
Karbon Dioksida (CO2), dapat mengakibatkan sesak nafas, kemudian
sakit kepala, pusing-pusing, nafas pendek, otot lemah, mengantuk dan telinganya
berdenging.
-
Asap, dapat mengganggu pernafasan, menghalangi pandangan, dan bila
tercampur dengan gas CO2, SO2, maka akan memberikan pengaruh yang nenbahayakan
seperti yang telah diuraikan diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar